SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA
![]() |
Sistem Reproduksi Wanita dan Pria (Foto dok: Britannica.com) |
Sistem reproduksi manusia berfungsi
untuk berkembang biak dan menghasilkan keturunan. Sistem ini berbeda antara
laki-laki dan perempuan, serta mengalami perubahan selama pubertas.
1.
PUBERTAS
Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak ke remaja, di mana
tubuh mulai mengalami perubahan fisik dan emosional akibat pengaruh hormon
reproduksi.
A.
Ciri-ciri Pubertas pada Laki-laki dan Perempuan
Ciri-ciri |
Laki-laki |
Perempuan |
Hormon utama |
Testosteron |
Estrogen dan Progesteron |
Perubahan fisik |
- Tumbuh jakun - Suara menjadi
lebih berat - Tumbuh kumis, janggut, dan rambut di dada - Bahu melebar -
Tumbuh rambut di ketiak dan area kemaluan - Produksi sperma pertama kali
(mimpi basah) |
- Payudara mulai berkembang -
Pinggul melebar - Tumbuh rambut di ketiak dan area kemaluan - Kulit lebih halus
- Mengalami menstruasi pertama (menarche) |
Perubahan emosional |
Lebih agresif, lebih tertarik
dengan lawan jenis |
Lebih emosional, lebih peka
terhadap perasaan |
B.
Faktor yang Mempengaruhi Pubertas
- Genetik
→ Pubertas dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat tergantung
keturunan.
- Nutrisi
→ Asupan gizi yang baik dapat mempercepat pubertas.
- Kesehatan
→ Penyakit kronis dapat menunda pubertas.
- Lingkungan
→ Paparan hormon dari makanan atau stres dapat memengaruhi pubertas.
2.
SIKLUS MENSTRUASI
Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari rahim akibat luruhnya
dinding rahim (endometrium) jika tidak terjadi pembuahan.
A.
Proses Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi berlangsung sekitar
28 hari, tetapi bisa berbeda antara individu.
- Fase Menstruasi (Hari 1-5)
- Dinding rahim yang menebal meluruh dan keluar bersama
darah.
- Hormon estrogen dan progesteron menurun.
- Fase Folikular (Hari 6-13)
- Kelenjar pituitari di otak mengeluarkan hormon FSH
(Follicle Stimulating Hormone).
- FSH merangsang pertumbuhan sel telur (folikel)
dalam ovarium.
- Ovarium mulai memproduksi hormon estrogen, yang
membuat dinding rahim menebal kembali.
- Fase Ovulasi (Hari 14-15)
- Terjadi ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium
ke tuba falopi).
- Dipengaruhi oleh lonjakan hormon LH (Luteinizing
Hormone).
- Jika ada sperma, sel telur bisa dibuahi dan berkembang
menjadi janin.
- Fase Luteal (Hari 16-28)
- Ovarium menghasilkan hormon progesteron untuk
mempertahankan ketebalan rahim.
- Jika tidak ada pembuahan, kadar hormon progesteron
menurun dan siklus menstruasi dimulai kembali.
🔹 Jika terjadi pembuahan,
sel telur menempel di rahim dan berkembang menjadi embrio.
🔹 Jika tidak terjadi pembuahan, dinding rahim akan luruh dan
keluar sebagai darah menstruasi.
B.
Gangguan Menstruasi
- Dismenore
→ Nyeri hebat saat menstruasi.
- Amenore
→ Tidak mengalami menstruasi dalam waktu lama.
- Menstruasi Tidak Teratur → Bisa disebabkan oleh stres, pola makan, atau
gangguan hormon.
3.
ORGAN REPRODUKSI MANUSIA
A.
Organ Reproduksi Laki-laki
- Testis
→ Menghasilkan sperma dan hormon testosteron.
- Epididimis
→ Menyimpan sperma sebelum matang.
- Vas Deferens
→ Saluran sperma menuju uretra.
- Kelenjar Prostat dan Vesikula Seminalis → Menghasilkan cairan semen untuk melindungi sperma.
- Uretra
→ Saluran keluarnya sperma dan urine.
- Penis
→ Organ kopulasi yang berfungsi dalam reproduksi.
B.
Organ Reproduksi Perempuan
- Ovarium
→ Menghasilkan sel telur dan hormon estrogen serta progesteron.
- Tuba Falopi
→ Tempat terjadinya pembuahan.
- Uterus (Rahim)
→ Tempat perkembangan janin.
- Serviks
→ Leher rahim yang menghubungkan uterus dan vagina.
- Vagina
→ Saluran tempat masuknya sperma dan jalan lahir bayi.
4.
PROSES REPRODUKSI MANUSIA
- Ovulasi
→ Pelepasan sel telur dari ovarium.
- Fertilisasi
→ Penyatuan sperma dan sel telur di tuba falopi.
- Implantasi
→ Embrio menempel pada dinding rahim.
- Kehamilan
→ Janin berkembang dalam rahim selama ±9 bulan.
- Kelahiran
→ Proses keluarnya bayi dari rahim ibu.
5.
PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
- Infeksi Menular Seksual (IMS) → Contoh: Gonore, sifilis, HIV/AIDS.
- Kanker Serviks
→ Penyakit yang menyerang leher rahim akibat virus HPV.
- Kanker Prostat
→ Penyakit pada kelenjar prostat laki-laki.
- Endometriosis → Jaringan rahim tumbuh di luar rahim, menyebabkan nyeri haid.
SISTEM REPRODUKSI PADA HEWAN
Hewan berkembang biak untuk mempertahankan kelangsungan hidup spesiesnya. Reproduksi pada hewan dibedakan menjadi reproduksi seksual (generatif) dan reproduksi aseksual (vegetatif).
1. Reproduksi Seksual (Generatif) pada Hewan
Reproduksi seksual terjadi melalui peleburan sel sperma dan sel telur untuk menghasilkan individu baru.
A. Jenis Pembuahan pada Hewan
Pembuahan pada hewan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) atau di luar tubuh (eksternal).
1) Pembuahan Dalam (Fertilisasi Internal)
Pembuahan terjadi di dalam tubuh induk betina, sehingga janin berkembang lebih aman.
🔹 Contoh hewan:
- Mamalia (kucing, sapi, anjing, gajah)
- Burung (ayam, burung merpati)
- Reptil (ular, buaya, kadal)
- Serangga (kupu-kupu, lebah)
Hewan yang melakukan pembuahan dalam dapat berkembang biak dengan cara:
✅ Vivipar (Melahirkan) → Contoh: Kucing, anjing, gajah, sapi.
✅ Ovipar (Bertelur) → Contoh: Burung, kura-kura, buaya.
✅ Ovovivipar (Bertelur dan Melahirkan) → Contoh: Ular boa, ikan pari, hiu.
Pembuahan terjadi di luar tubuh induk betina, biasanya di lingkungan berair. Hewan betina melepaskan telur ke lingkungan, lalu pejantan membuahi telur tersebut dengan melepaskan sperma ke air.
🔹 Contoh hewan:
- Ikan (lele, gurame, salmon, nila)
- Amfibi (katak, salamander)
Hewan yang melakukan pembuahan luar biasanya berkembang biak dengan cara ovipar (bertelur).
2. Reproduksi Aseksual (Vegetatif) pada Hewan
Reproduksi aseksual terjadi tanpa peleburan sel sperma dan sel telur. Hewan hanya membutuhkan satu induk untuk menghasilkan keturunan.
Hewan membagi tubuhnya menjadi dua bagian yang sama besar.
🔹 Contoh: Amoeba, Paramecium.
Tunas kecil tumbuh pada tubuh induk, lalu lepas menjadi individu baru.
🔹 Contoh: Hydra, spons (Porifera).
Bagian tubuh yang terputus dapat tumbuh menjadi individu baru.
🔹 Contoh: Cacing Planaria, bintang laut.
🔹 Contoh: Lebah madu, semut, kutu daun.
3. Perbedaan Reproduksi Seksual dan
Aseksual pada Hewan
Perbandingan |
Reproduksi Seksual |
Reproduksi Aseksual |
Melibatkan sel kelamin? |
Ya (sperma dan sel telur) |
Tidak |
Jumlah Induk |
2 (jantan & betina) |
1 (induk saja) |
Variasi Genetik |
Tinggi (unik) |
Rendah (serupa dengan induk) |
Contoh Hewan |
Kucing, ikan, burung |
Amoeba, hydra, Planaria |
Setelah berkembang biak, beberapa hewan mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk tubuh dari tahap larva hingga dewasa.
4. Metamorfosis pada HewanMetamorfosis adalah proses perubahan bentuk tubuh secara bertahap dalam siklus hidup hewan.
A. Jenis Metamorfosis
1️⃣ Metamorfosis Sempurna (Holometabola)
Mengalami empat tahap perubahan: telur → larva → pupa → dewasa (imago)
Bentuk larva sangat berbeda dari hewan dewasa.
🔹 Contoh Hewan:
- Kupu-kupu
- Katak
- Nyamuk
- Lalat
🔹 Tahapan:
- Telur → Diletakkan oleh induk betina.
- Larva (Ulat/Tadpole) → Bentuknya berbeda dari dewasa, aktif mencari makan.
- Pupa/Kepompong → Tidak aktif, terjadi perubahan bentuk tubuh.
- Imago/Dewasa → Bentuk akhir siap berkembang biak.
Contoh: Metamorfosis Kupu-Kupu
🥚 Telur → 🐛 Larva (Ulat) → 🏠 Pupa (Kepompong) → 🦋 Imago (Kupu-kupu Dewasa)
2️⃣ Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
Mengalami tiga tahap perubahan: telur → nimfa → dewasa (imago)
Bentuk nimfa mirip dengan bentuk dewasa, hanya ukurannya lebih kecil dan belum memiliki sayap sempurna.
🔹 Contoh Hewan:
- Belalang
- Kecoa
- Jangkrik
- Capung
🔹 Tahapan:
- Telur → Diletakkan oleh induk betina.
- Nimfa → Mirip dewasa tetapi belum memiliki sayap sempurna.
- Imago (Dewasa) → Sayap sudah berkembang dan siap berkembang biak.
Contoh: Metamorfosis Belalang
🥚 Telur → 🦗 Nimfa (Belalang Kecil) → 🦗 Imago (Belalang Dewasa)
3️⃣ Metamorfosis Tidak Lengkap (Ametabola)
Tidak mengalami perubahan bentuk tubuh, hanya mengalami pertambahan ukuran.
Hewan muda mirip dengan versi dewasa.
🔹 Contoh Hewan:
- Laba-laba
- Kutu
- Kalajengking
🔹 Tahapan:
- Telur → Menetas menjadi bentuk kecil dari versi dewasa.
- Muda → Bertumbuh menjadi dewasa.
- Imago (Dewasa) → Hanya bertambah besar tanpa perubahan bentuk.
🥚 Telur → 🐜 Kutu Muda → 🐜 Kutu Dewasa
5. Pentingnya Metamorfosis pada Hewan
✔ Mengurangi persaingan makanan antara larva dan dewasa.
✔ Mempermudah adaptasi lingkungan melalui perubahan bentuk.
✔ Memperbanyak keturunan dengan produksi telur dalam jumlah besar.
Tumbuhan berkembang biak dengan dua
cara utama: Reproduksi Generatif (Seksual) dan Reproduksi Vegetatif
(Aseksual).
1.
Reproduksi Generatif (Seksual) pada Tumbuhan
Reproduksi generatif terjadi melalui proses penyerbukan dan pembuahan, yang melibatkan sel kelamin jantan dan betina.
A.
Organ Reproduksi pada Tumbuhan Berbunga
Tumbuhan berbunga memiliki organ
kelamin jantan dan betina, yang terdapat pada bunga.
- Kelamin Jantan (Benang Sari / Stamen)
- Tersusun atas:
- Anthera (Kepala sari) → Mengandung serbuk sari
yang berisi sel kelamin jantan.
- Filamen (Tangkai sari) → Menopang kepala sari.
- Kelamin Betina (Putik / Pistil)
- Tersusun atas:
- Stigma (Kepala putik) → Menangkap serbuk sari.
- Style (Tangkai putik) → Saluran yang menghubungkan
stigma dan ovarium.
- Ovarium (Bakal Buah) → Tempat sel telur (ovum)
berada.
🔹 Tumbuhan berumah satu
→ Memiliki benang sari dan putik dalam satu bunga (contoh: jagung, kelapa).
🔹 Tumbuhan berumah dua → Bunga jantan dan bunga betina terdapat
pada pohon yang berbeda (contoh: salak, bayam).
B.
Proses Reproduksi Generatif pada Tumbuhan
![]() |
Macam-Macam Penyerbukan (Foto dok: homecare24.id) |
- Penyerbukan (Polinasi)
Proses jatuhnya serbuk sari ke kepala putik. - Penyerbukan Sendiri → Serbuk sari berasal dari bunga yang sama.
- Penyerbukan Tetangga → Serbuk sari berasal dari bunga lain pada tanaman
yang sama.
- Penyerbukan Silang → Serbuk sari berasal dari bunga tanaman sejenis
tetapi berbeda individu.
- Penyerbukan Bastar → Serbuk sari berasal dari bunga tanaman yang berbeda jenis tetapi masih satu keluarga.
- Pembuahan (Fertilisasi)
- Setelah serbuk sari jatuh ke kepala putik, inti sperma
akan bergerak menuju bakal biji.
- Inti sperma membuahi sel telur di dalam ovarium dan
membentuk zigot.
- Zigot berkembang menjadi biji, dan ovarium berkembang
menjadi buah.
2.
Reproduksi Vegetatif (Aseksual) pada Tumbuhan
Reproduksi vegetatif terjadi tanpa
peleburan sel sperma dan sel telur. Dapat terjadi secara alami atau buatan.
A. Reproduksi Vegetatif Alami
- Tunas
→ Tumbuhan baru tumbuh dari tunas yang muncul di batang atau akar.
- Contoh: Pisang, bambu, tebu.
- Geragih (Stolon)
→ Batang menjalar di atas tanah dan membentuk tumbuhan baru.
- Contoh: Stroberi, rumput teki.
- Umbi Batang
→ Batang yang membesar dan menyimpan cadangan makanan, dapat tumbuh
menjadi tanaman baru.
- Contoh: Kentang.
- Umbi Akar
→ Akar yang menyimpan cadangan makanan dan dapat tumbuh menjadi individu
baru.
- Contoh: Singkong, dahlia.
- Rhizoma (Akar Rimpang) → Batang yang tumbuh di bawah tanah dan menghasilkan
tunas baru.
- Contoh: Jahe, kunyit.
B. Reproduksi Vegetatif Buatan
- Cangkok
→ Menggunakan batang tanaman untuk menghasilkan akar sebelum dipisahkan
dari induk.
- Contoh: Mangga, jambu.
- Stek
→ Memotong bagian tanaman (batang, daun, atau akar) untuk ditanam.
- Contoh: Singkong, mawar.
- Okulasi (Menempel)
→ Menempelkan tunas dari tanaman unggul ke batang tanaman lain.
- Contoh: Durian, jeruk.
- Merunduk
→ Membengkokkan batang ke tanah hingga tumbuh akar, lalu dipisahkan
menjadi tanaman baru.
- Contoh: Alamanda, stroberi.
Perbedaan
Reproduksi Generatif dan Vegetatif pada Tumbuhan
Perbandingan |
Reproduksi
Generatif (Seksual) |
Reproduksi
Vegetatif (Aseksual) |
Melibatkan sel kelamin? |
Ya (benang sari & putik) |
Tidak |
Penyerbukan & Pembuahan |
Ada |
Tidak ada |
Keanekaragaman |
Tinggi |
Rendah |
Waktu tumbuh |
Lama |
Cepat |
Contoh |
Mangga, apel, padi |
Pisang, kentang, singkong |
Posting Komentar